Fifty Shades of Grey: Mengintip Adegan Panas Anastasia Steele

Setelah gagal mendapatkan novel yang saya cari di beberapa toko buku, akhirnya langkah kaki terhenti di Barnes & Noble Bookstore yang ada di Broadway, New York. Saya penasaran dengan novel yang super laris dan menjadi film yang juga banyak dibicarakan orang ini: Fifty Shades of Grey.

Ini adalah novel pertama E. L. James yang diterbitkan. Dia berkebangsaan Inggris dan mantan eksekutif di statiun televisi. Pada 1987 dia menikah dengan Niall Leonard, seorang penulis skenario, dan dikaruniai dua anak.Sejak kecil, begitu pengakuannya, dia sudah bermimpi untuk bisa menulis sebuah novel yang digemari orang. Tapi dia terpaksa menunda cita-citanya demi karir dan keluarganya. Akhirnya kesempatan itu datang. Setelah buku pertama, segera diikuti dua novel lanjutannya, yakni Fifty Shades Darker dan Fifty Shade Freed. Jadilah sebuah trilogi yang meledak di mana-mana dan dijadikan serial film oleh Universal Pictures dan Focus Feature. Filmnya pun –dua sudah beredar-- menjadi pembicaraan banyak orang di mana-mana.

Saya berusaha mencari sendiri novel itu, tapi tidak dapat menemukannya. Lalu saya bertanya kepada petugas di lantai atas yang kemudian menemani saya mencari buku itu.

               “Saya penasaran karena saya dengar novel ini kontroversial,” kata saya kepada penjaga toko yang menemani saya menuju rak di mana buku ini dipajang. Sebenarnya ini alasan saya saja supaya saya tidak dikira om-om genit yang ingin membaca novel sensual.

               “Tergantung apa yang Anda maksud dengan pengertian kontroversial itu. Yang jelas buku ini disukai banyak orang,” jawabnya.

“Tapi ini novel best seller, kan?” kata saya lagi. “Okelah, saya beli novel ini.”

Dalam keterangan bukunya disebutkan bahwa novel ini diterbitkan pertama kali oleh  The Writer’s Coffee Shop Publishing House, Australia, pada 2011. Kemudian diterbitkan di Amerika oleh Vintage Books (2012), salah satu divisi dari Random House, Inc., New York, dan di Canada oleh Random House of Canada Limited, Toronto.

Sampai di apartemen, saya segera baca buku ini.Bahasanya sederhana tapi licah dan mengalir dengan enak. Kisahnya tentang seorang mahasiswa sastra, Anastasia Steele, yang terpaksa menggantikan rekannya untuk melakukan wawancara dengan Christian Grey, CEO dari Grey Enterprise Holdings, Inc. Sebenarnya dia tidak ada urusan dengan tugas itu dan tidak tahu apa-apa tentang Christian Grey. Katherine Kavanagh, rekan sekamarnya, yang seharusnya melakukan wawancara untuk koran kampus. Tapi karena rekannya sakit dan memohon-mohon agar dia menggantikannya, maka berangkatlah dia menuju Seattle untuk menemui Christian Grey.

Ana tak punya bayangan apapun tentang orang yang hendak ditemuinya. Tapi ternyata dia adalah seorang konglomerat muda yang ganteng dan cerdas. Dalam waktu yang singkat, Ana tertarik pada Grey dan terobsesi oleh kharisma sensual yang dimilikinya. Namun sifat Grey yang mengintimidasi dan arogan, membuat Ana berusaha melupakan semuanya dan mencoba menghibur diri dengan pikiran bahwa mereka berdua mungkin tidak akan pernah bertemu lagi satu sama lain. Di luar dugaan, suatu hari Grey muncul dan menemui Ana di toko tempatnya bekerja paruh waktu. Hasrat Ana kembali meledak, terlebih karena tanpa diduga Grey memberikan nomor ponsel dan mengajaknya untuk minum kopi bersama.

Hubungan mereka berlanjut. Sejak itu, adegan-adegan panas mulai berlangsung. Dari yang tampak normal – seperti ciuman di lift--sampai yang paling muskil. Keduanya tenggelam dalam gairah dan pengalaman seksual yang amat dahsyat. Bahkan kepada Grey-lah keperawanan Ana diberikan. Secara perlahan Grey mulai memperkenalkan permainan seksual yang aneh-aneh dan menyimpang. Suatu hari Ana diajak menuju kamar rahasia Grey yang ternyata isinya banyak aneka “peralatan seks” yang aneh-aneh, termauk borgol, cambuk, rantai, dan lain-lain.

Hebatnya, Christian selalu mengingatkan Ana untuk pergi atau bahkan lari jika ia merasa tak nyaman atau takut. Tapi Ana seperti telah terperangkap dalam daya tarik Grey yang sensual, penuh perhatian, lembut, namun sesekali menyakitkan. Ana malah menantang Christian untuk melaksanakan hukuman itu. Lama-lama Ana tak lagi mengenali apa yang ia rasakan. Dia bahkan bisa menerima hukuman seperti dipukul atau dicambuk jika ia melakukan hal-ha lkecil yang tak disetujui Christian. Bahkan pria itu masih menyimpan hukuman terberat yang belum pernah dicobanya pada Ana.

Ibu Ana mengingatkan bahwa ia masih sangat muda, cantik, dan berhak untuk mendapatkan yang terbaik. Anehnya, Ana malah bertekad untuk membuktikan seberat apa hukuman yang sering dilontarkan Christian jika ia melakukan hal-hal yang tidak disukai Grey, termasuk jika pergi bersama teman pria yang lain, yang membuat Grey sangat cemburu. Di sisi lain, Grey sebenarnya juga sangat takut kehilangan Ana.

Di dalam novel, adegan-adegan panas itu baru benar-benar dimulai pada Bagian Delapan. Jika sebelumnya masih tingkat saling kagum, tergoda, dan imajinasi, maka mulai bagian ini adegan menjadi nyata:

            …… He starts unbuttoning my shirt while he place feather-like kisses across my jaw, my chin, and the corners of my mouth, Slowly he peels it off me and lets it fall to the floor. He stands back and gazes at me. I’m the place blue lacy perfect-fit bra. Thanks heavens.

Selanjutnya, makin lama makin gawat:

..…. He eases me toward me toward the bed, until I feel it behind me knees. I think he’s going to push me down on to it, but he doesn’t. Releasing me, he suddenly drops to his knees. He grabs my hip with both his hands and runs his tongue around my navel, then gently nips his way to my hipbone, then across my belly to my other hipbone.

Sudah, sampai di situ saja cuplikan ceritanya. Pokoknya, novel ini banyak adegan panas membara, sampai-sampai diduga memengaruhi kehidupan pribadi Dakota Johnson, pemeran Ana dalam film dengan judul yang sama. Kontroversi di luar isi buku dan filmnya juga tak kalah banyaknya. Ada tuntut-menuntut antar penerbit, ada keributan antara sutradara serial pertama dengan pemain (sehingga yang kedua terpaksa ganti sutradara), dan tuduhan-tuduhan pelanggaran hak cipta. Maklum, kisah ini kabarnya dikembangkan dari fan fiction (fiksi penggemar) film Twilight. Awalnya diberi judul Master of Universe dan diterbitkan secara episodik di situs web fan fiction oleh James dengan nama pena "Snowqueen's Ice dragon". Kisahnya menampilkan karakter yang bernama sama dengan karakter yang diciptakan oleh Stephenie Meyer di Twilight, yaitu Edward Cullen dan Bella Swan.

Setelah adanya komentar-komentar mengenai materi seksual, E L James kemudian menghapus ceritanya dari situs web fan fiction dan mempublikasikannya di situs web miliknya, FiftyShades.com. Selanjutnya, E L James menulis ulang kisah Master of Universe tadi sebagai karya asli, dan nama karakter utamanya diganti menjadi Christian Grey dan Anastasia Steele. Belakangan ia juga menghapus kisah tersebut dari situs pribadinya dengan alasan akan diterbitkan oleh penerbit di Australia. Maka ada saja yang menyoal soal orisinalitas cerita dalam novel itu. Namun, penerbit awal buku ini membela bahwa novel ini berbeda denganTwilight.

Apapun kontroversinya, oleh MajalahTime edisi April 2012, nama E L James dimasukkan dalam daftar “100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia”. Lalu, pada tahun yang sama, Publishers Weekly (PW) Amerika memberinya julukan "Publishing Person of the Year". Kemudian National Book Award (UK),menyebut buku seri pertama ini sebagai "Popular Fiction Book of the Year" (2012). E. L. James juga dikabarkan sekarangmenjadi kaya raya. Maklum, novel ini telah terjual lebih dari 100 juta kopi di seluruh dunia.

 

 

(Kemala Atmojo)