Sajian Kuliner Indonesia Meriahkan London Book Fair 2019

 

London - Kehadiran Indonesia sebagai Market Focus Country di London Book Fair 2019 tidak hanya menampilkan konten-konten sektor penerbitan, namun juga sektor non-buku lainnya yang ditampilkan secara khusus di paviliun Indonesia dengan nama Spice Cafe Indonesia di lantai 1 dengan luas 200 meter persegi. Nama ini ditampilkan secara unik oleh tim kuliner Indonesia yang terdiri dari Petty Pandean-Elliott, Santhi Serad, dan Bara Pattiradjawane dengan memajang sederetan gelas-gelas kecil yang menampilkan bumbu-bumbu nusantara. Dari daun salam, daun jeruk purut, kunyit, temulawak, 22 jenis kopi yang memiliki indikasi geografis dan rempah-rempah seperti kayu manis dari Kerinci, Vanilla dari Alor, Lada Putih dari Muntok, serta Lada Hitam dari Lampung. Pengunjung bebas untuk mengambil gelas-gelas tersebut dan mencium aroma dari bumbu-bumbu khas Indonesia.

Promosi kuliner sebagai penyumbang GDP nomor satu di sektor Industri Kreatif, menarik banyak minat pengunjung yang melintasi Spice Cafe Indonesia. Terutama dikarenakan setiap hari, tim kuliner Indonesia menyajikan kopi-kopi Indonesia secara gratis yang disiapkan oleh tiga barista Indonesia, Muhammad Aga, Ronald Prasanto, dan Peter Prinsloo. Sajian kopi Indonesia tidak hanya ditampilkan dalam bentuk minuman, namun juga persentasi buku I Love Kopi oleh Andi Haswidi, penulis buku tersebut yang melakukan perjalanan ke seluruh Indonesia untuk menuliskan perkebunan kopi dan pengolahannya di seluruh Indonesia.

Tidak hanya kopi, Spice Cafe Indonesia juga menjadi tempat bagi Santhi Serad untuk memperkenalkan berbagai macam teh khas Indonesia dalam acara yang juga merupakan persentasi dari buku yang ditulisnya, Leaf it to Tea. Dalam persentasi yang berlangsung pada hari pertama pameran tersebut, Santhi menjelaskan tentang keunikan serta kekuatan teh Indonesia dan bersama Petty Elliott, keduanya menyajikan kue-kue khas Indonesia sebagai teman minum teh.

Keduanya juga mempersentasikan soto Indonesia, dalam acara Soto of the Day, di mana Petty dan Santhi menjelaskan aneka rupa soto, sebagai sup yang memiliki aneka varian dari Sabang hingga Merauke. Tak hanya soto, keduanya juga menampilkan tumpeng nasi kuning dalam acara opening ceremony, di mana acara ini ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Kepala Bekraf Triawan Munaf untuk diserahkan kepada Direktur London Book Fair, Jacks Thomas. Selain soto, Indonesia juga menarik perhatian pengunjung LBF 2019 dengan persentasi sambal. Chef Bara Pattiradjawane menjelaskan kepada pengunjung tentang makna penting sambal dalam sajian Indonesia, kegemaran masyarakat Indonesia pada sambal, hingga cara membuat sambal.

Santi Serad yang menjadi kurator kuliner dalam acara Indonesia sebagai Market Focus Country The London Book Fair 2019 ini menyatakan bahwa “ Memperkenalkan Indonesia melalui cita rasa yang kaya rempah. Saya berharap Indonesia dikenal karena kekayaan kuliner dan budayanya. Kopi dan Teh Indonesia sangat diminati pengunjung London Book Fair, mereka mengakui bahwa teh melati Indonesia memiliki rasa yang khas. Tim kuliner menghadirkan 10 jenis teh berkualitas dari kebun-kebun di Indonesia untuk di display selama London Book Fair.”