Articles


Articles

Perbatasan 3 Negara

Batas dalam ruang lingkup yang kecil sering tidak kentara, apalagi jika itu masih dalam satu kelurahan (batas antar-RW atau RT) yang biasanya menggunakan jalan lingkungan. Artinya, walau kita tetangga dengan depan rumah, kalau arisan RW atau RT ternyata berbeda grup.

 

Details


Kang Stefano

Stefano Romano nama lengkapnya. Ia lebih senang dipanggil Kang Stefano. Ia fotografer yang sering terlibat pada kegiatan pameran yang diselenggarakan Komite Buku Nasional, serta seseorang yang sangat mencintai Indonesia. Buku fotografinya yang berjudul Kampungku Indonesia diterbitkan oleh penerbit Mizan. Setelah beberapa kali bertukar kabar lewat aplikasi WhatsApp sebelum saya tiba di Roma, kami memutuskan bertemu di sekitar Perpustakaan Pusat Nasional Roma, pada hari Rabu, 19 Juli 2017, setelah pukul 15.00. Stefano meminta saya untuk menunggu di depan gerbang perpustakaan.

Details


Condet – Amsterdam via Istanbul

Selasa, 8 Agustus 2017, Boeing 777-300 milik Turkish Air rute Jakarta – Istanbul - Amsterdam lepas landas dari bandara Soekarno – Hatta pada pukul 20.45 sesuai jadwal, mengangkut ratusan penumpang tujuan Istanbul atau Amsterdam. Saya, warga Condet, termasuk di antara mereka.

Details


Srikandi Peracik Bumbu di Belanda

Semua orang  Belanda yang bermukim di wilayah “Randstad”, artinya gugusan kota di sebelah barat Negeri Belanda, yaitu di Amsterdam, Den Haag, Rotterdam dan Utrecht, pastinya tahu tentangRestoran Mini di Rotterdam.

Details


Hamilton Grange: Bapak Bangsa dan Duel yang Membawa Maut

Rumah kayu berwarna krem dengan aksen putih itu selalu terlihat sepi dari luar. Seperti tak ada kehidupan di dalamnya. Sesekali hanya ada mobil minibus yang parkir di halaman depan. Selebihnya kesunyian di hamparan tanah yang amat luas. Bangunan berlantai tiga itu adalah rumah asli Alexander Hamilton, salah seorang bapak bangsa Amerika Serikat. Saya sering melewati rumah ini ketika saya tinggal untuk beberapa hari di Hamilton Terrace, Harlem Barat.

Details


Angelica Yudasto: Eksplorasi Sensualitas Perempuan

               Di Jakarta kita punya Djenar Maesa Ayu dengan cerita-cerita pendeknya yang sering mengagetkan. Di ujung Manhattan, New York, kita punya Angelica Yudasto. Jika Djenar mengekspresikan apa yang dia alamai, rasakan dan pikirkan melalui karya tulis, maka anak muda blasteran Indonesia-Peru ini mengungkapkan pengalaman dan pandanganya melalui lukisan dengan gaya figurative dan abstrak. Angelica mengeskplorasi sensualitas dan seksualitas wanita dengan argumentasi personalnya.

Details


Kopi-Kopi: Ada Bandrek dan Bajigur di Manhattan

Campuran antara rasa bangga, penasaran, dan balas dendam yang membuat saya bergegas mandi untuk segera mengunjungi Kopi-Kopi, sebuah café dan restoran khas Indonesia di Manhattan, New York. Saya bangga karena tidak banyak restoran Indonesia di Manhattan. Kalau di kota lain seperti Brooklyn, Los Angeles, Philadelphia, atau kota lainnya, ada banyak. Saya penasaran karena disebutkan lokasinya berada di Greenwich Village, sebuah kawasan elite di Manhattan. Balas dendam karena sudah agak lama saya tidak menyantap masakan khas Indonesia.

Details


Dari Sepak Bola hingga “Aeneis”

“Saya senang dengan permainan Biglia, si orang Argentina. Sayangnya dia sudah pindah,” kata Alex seorang Laziale sekaligus supir taksi yang membawa saya dari bandara ke tempat penginapan di antara sejumlah percakapan kami. Yang dimaksudkan Alex adalah Lucas Biglia, mantan pemain klub sepakbola Lazio yang tahun ini pindah memperkuat AC Milan. “Kamu menonton Serie A?” tanyanya.

Details


Menyantap Ikan Haring dan Kibbeling

Di Jawa, di masa lalu, untuk ke pasar diperlukan jadwal. Artinya, tidak ada setiap hari. Pedagang tampaknya seperti rombongan sirkus, berkeliling dari satu wilayah ke wilayah lain. Masyarakat waktu itu menyebutnya hari pasar (-an), meskipun awalnya merupakan nama hari resmi pada almanak Jawa yang menggunakan putaran bulan (komariyah). Ada Pahing, Pon, Wage, Kliwon, Legi. Sepekan (sepasar) terdiri dari 5 hari. Pantesan 1 tahun Jawa lebih pendek usianya daripada 1 tahun Masehi.

 

Details


Tentang Toko Buku Revolusioner: Sisi Lain Amerika Serikat

Menggambarkan ideologi resmi pemerintah atau sistem hukum yang berlaku dalam suatu negara tentu lebih mudah dibanding mendeskripsikan kenyataan yang hidup di masyarakatnya. Bahwa Amerika Serikat adalah negara demokrasi, bukan pendukung komunisme, dan menganut sistem Common Law, itu mudah dijelaskan. Tapi bagaimana dengan kondisi sosial, budaya,dan politik yang ada di masyarakatnya? Penjelasan singkat soal ini biasanya jatuh pada stereotype yang hanya “benar sebagian”.

Details


Pages