Articles

Thrilla in Manila #4, Bertemu otak-otak Filipina.

Bukan otak-otak makanan, tetapi pemilik otak brilian dari Filipina,  para penulis, pemikir, ahli kesusasteraan masa lalu. Sungguh mengenyangkan pikiran, membuka wawasan, memancing ilham.  Ada professor Jess Peralta,  seorang ahli anthropologi yang juga penulis, dan pernah lama di Indonesia. Ada Christine Bellen,  assistant professor di Ateneo, penulis drama, penulis ceritera anak-anak dan pengamat folklore. Ada Allan Darin, dosen Aneteo  yang juga yang memperdalam tentang ... Aswang,  mahluk-mahluk gaib yang biasa menghantui folklore.

Details


Antara Tokyo dan Kyoto

Setelah puas melakukan pengamatan tentang kebiasaan warga Jepang di Tokyo, saya melanjutkan perjalanan residensi saya ke kota Kyoto, yang terletak 458 km dari kota Tokyo. Jarak ini ditempuh hanya dalam waktu 120 menit dengan menggunakan kereta cepat Shinkansen Hikari. Ah, andai saja Indonesia juga memiliki fasilitas kereta cepat seperti ini.

Sejarah dan Budaya

Details


Jepang yang Serba Teratur

Jepang, adalah negara kepulauan di Asia timur, dengan empat pulau terbesarnya, yaitu Honsyu, Hokkaido, Kyushu, dan Shikoku, berpenduduk 128 juta orang, merupakan negara impian bagi para ‘Otaku’, atau istilah dalam Bahasa Indonesianya adalah para maniak hobby. Terutama penggemar Anime (kartun) dan Manga (komik).

Residensi di Jepang

Details


Garis Batas di Atas Kertas

“Maaf, Tuan, kami tidak bisa mengizinkan Anda naik ke pesawat,” kata petugas di balik konter China Airlines, saat saya melakukan pelaporan di bandar udara Svarnabhumi, Bangkok, Thailand, untuk penerbangan saya menuju Belanda.

Kepada petugas yang seorang lelaki muda Thai ini, saya telah mengakui bahwa saya belum memastikan tanggal berapa saya akan meninggalkan Eropa, dan saya juga tidak memiliki tiket pulang.

Details


Thrilla In Manila #3

Bagi manusia-manusia Indonesia yang sok kangen rumah, terutama makanan yang bagi pemeluk Islam biasanya agak kerepotan, di Manila ada pelepas rindu ...  tiap Sabtu dan Minggu di beberapa tempat di Manila ada pasar kaget. Seperti di Legaspi Sunday Market ini, di sebuah taman parkir di kawasan Makati di mana berbagai barang – dan makanan khas negara-negara tertentu – dihadirkan. Ada yang dalam bentuk mentah, ada pula yang dimasak langsung di depan kita. Bagi kaum Indonesia-wan, ada “Warung-warung” ... yang karena begitu banyak peminatnya menjelang tengah hari biasanya ... habis!

Details


Kamar Yuyun: Catatan Perjalanan

Setelah delay 15 menit di Doha,  22 Oktober, pukul 14. 07 Qatar Airlines mendarat di bandara Charles De Gaule (CGD) Paris. Tak ada yang menjemput dan udara 9 derajat memasuki akhir musim gugur. Karena kopor saya besarnya setengah dari tubuh saya yang imut-imut, alangkah repotnya bila saya harus naik turun kereta Metro. Lewat pesan singkatnya Gani Ahmad Jaelani, mahasiswa Indonesia di Paris yang membantu saya mencarikan flat, memberi petunjuk nomor-nomor Metro yang harus saya naiki, di stasiun mana saya harus turun untuk ganti Metro. Ada 4 Metro.

Details


Señora S.

DI BERLIN, saya menyewa satu kamar di apartemen milik seorang perempuan beranak lima, sebut saja Señora S., dan beliau tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali. Ini agak menyulitkan memang, tapi yang lebih lucu lagi, beliau pun tidak lancar-lancar amat berbahasa Jerman. “Bahasa Jerman beliau campur aduk dengan bahasa Spanyol dan logat Spanyolnya yang kental malah bikin tambah rumit,” kira-kira begitu terjemahan penjelasan kawan yang menjemput dan mengantarkan saya ke apartemen tersebut setelah beliau berjuang keras menyelesaikan percakapan dengan Señora S.

Details


Pengumuman Penerima Dana Bantuan Penerjemahan Komite Buku Nasional 2016

Terima kasih kami sampaikan kepada para penerbit yang sudah mengajukan usulan judul buku untuk program pendanaan terjemahan (TFP) Komite Buku Nasional 2016 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kami telah menerima usulan 69 judul buku untuk program ini yang diajukan oleh berbagai penerbit di Indonesia dan luar negeri.

Setelah melalui proses seleksi, termasuk terkait kelengkapan berkas administrasi dan kesesuaian dengan persyaratan yang telah ditetapkan, kami umumkan ada 2 buku yang lolos seleksi, yakni:

Details


Thrilla In Manila #2

 Dengan ditemani ‘Rama’ (Nama aslinya Raymund Marcaida), ‘tugas’ pertamaku adalah mengkaji orang Filipina lewat museum mereka.

Museum Nasional Filipina (Filipino: Pambansang Museo ng Pilipinas) adalah sebuah institusi pemerintah yang berfungsi sebagai institusi pendidikan , ilmiah dan kebudayaan.  Museum ini juga mengemban tugas merenovasi dan merawat  benda-benda serta hak milik intelektual yang mengandung unsur kebudayaan penting di seluruh Filipina.

Details


Thrilla In Manila #1

Awalnya sangat gamang – baru kali ini saya berangkat ke negeri orang tanpa ‘diantar’ oleh suatu institusi (biasanya diantar, dijemput, didampingi, diurus) – juga berpisah dari keluarga untuk waktu yang lama, sementara salah seorang anak saya sedang diobservasi dokter. Ke negeri yang pengetahuan saya nol besar!

Details


Pages