Articles

Graphic Diary Tita Larasati

Tita Larasati adalah fenomena graphic diary dari Indonesia yang sejak beberapa tahun lalu telah memikat masyarakat Eropa. Siang ini, di stand Indonesia di lapangan Agora dalam momen Frankfurt Book Fair, Jerman, Minggu (23/10) Tita tampil dalam diskusi bertema "Home from Abroad" dimoderatori oleh J.C. Deveney.

"Mulanya, tak ada yang mau menerbitkan karyaku karena mereka menganggap itu bukan komik. Mereka khawatir tak ada pembacanya," papar Tita yang memberikan nama anak-anaknya dengan serigrafi karya penulis dan budayawan, YB Mangunwijaya.

Details


Ary Nilandari dan Kisah Buku Anak

Ary Nilandari dalam diskusinya dimoderatori oleh Gudrun Fenna Ingratubun di Stand Indonesia di lapangan Agora di Frankfurt Book Fair, Minggu (23/10) mengangkat tema "Making Space for the Marginalized". Ary memaparkan tentang fenomena dunia perbukuan anak yang menggambarkan kebahagiaan dan indah bunga juga pelangi kehidupan saja, padahal ada juga sisi duka dan kemuramannya. "Sisi duka dan muram inilah yang perlu diangkat," katanya.

Details


KETIKA DUA PENYAIR BERDIALOG GENDER DI FRANKFURT

Udara terasa dingin di tengah lapangan Frankfurt Buchmesse di stand tenda Indonesia di Agora, dalam momen Frankfurt Book Fair, ketika M. Aan Mansyur dan Hanna Fransisca berbincang tentang topic Gender Dialogues, Jumat (21/10).

Pengunjung yang hadir cukup banyak, sesekali diselingi beberapa peserta FBF lainnya yang penasaran melihat tenda yang bertuliskan “Indonesia” dan “Island of Imagination”. Moderatornya adalah Susan Harris.

Details


Kampung di Dalam Karya Foto Stevano Romano

Membahas buku fotonya, yang bertajuk "Kampungku Indonesia", Stefano Romano berkisah tentang kehidupan sisi desa dan pinggiran sebagai bagian dari Indonesia."Ini sisi yang berbeda dari sulitnya hidup. Saya pernah melihat pintu terbuka dan ibu dengan anaknya tidur di lantai. Saya merasa tak enak karena tak etis tapi saya ambil foto itu. Ibu dan anak tidur di lantai," paparnya kepada para pengunjung di Hall 4 Stand Nasional, di arena Frankfurt Book Fair, Kamis (20/10).

Details


FBF Dibuka, Gendang dan Pesilat Beraksi di Tenda Agora

Awan mendung dan suhu dingin terasa dihangatkan oleh suara terompet dengan tabuhan gendang dan pukulan gong di tenda Agora, di halaman luas di tengah Buchmesse, Frankfurt Jerman, Rabu (19/10). Para pengunjung mulai masuk ke tenda ketika seorang pesilat memainkan jurusnya merespon alunan instrumen tradisi Indonesia.

Details


Ketika Seno Mendengar Kesaksian

Seorang sastrawan tak hanya menulis tapi juga mendengar kesaksian banyak orang. Itulah salah satu pernyataan David Van Reybrouck, saat membahas Saksi Mata (Eyewitness) karya legendaris dari banyak karya lain Seno Gumira Ajidarma, dibicarakan bersama penulisnya Seno Gumira, dimoderatori oleh Alexandra Koch di National Stand Hall, Frankfurt, Jerman.

Details


Menata Buku Sebelum Pembukaan FBF Digelar

Sebelum pembukaan Frankfurt Book Fair, Selasa (18/10) para anggota Komite Buku Nasional mulai menyusun buku.

Buku Pramoedya ditata di tengah, ada rak buku anak, rak buku yang harus diurut dari alphabet "A" hingga "Z".

Termasuk rak buku yang para penulisnya hadir termasuk Eka Kurniawan, Aan Mansyur, Goenawan Mohamad,

Juga sajian berupa buku desain visual hasil interpretasi dari teks karya para sastrawan Indonesia oleh Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI).

Details


Abidah El Khalieqy Hadirkan Novel "Nirzona" di Momen FBF 2016

“Kenapa saya menulis tentang Aceh, karena memang kejadian di sana menghentakkan dunia, terlebih lagi bagi kita sesama bangsa Indonesia,” ujar penulis Abidah El Khalieqy ketika hadir di Indonesia International Book Fair 2016 di Senayan, Jakarta, Sabtu (1/9).

Penulis ini akan mengurai tentang Aceh pada karyanya yang berjudul Nirzona. Yang dikisahkanny aadalah saat setelah banjir maha duka Tsunami, juga peristiwa penandatanganan Perjanjian Helsinki, yang menurutnya adalah yang paling krusial. Nirzona, artinya tanpa zona,

Details


PENGUMUMAN HASIL SELEKSI "PROGRAM RESIDENSI PENULIS 2016"

Berikut daftar nama penulis yang terpilih untuk menerima dana dukungan "Program Residensi Penulis 2016" yang diadakan oleh Komite Buku Nasional bekerja sama dengan Beasiswa Unggulan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Diurut berdasarkan abjad.

  

 

No.

 

Nama

 

Negara Tujuan

 

Details



Pages