Articles


Articles

Menyantap Ikan Haring dan Kibbeling

Di Jawa, di masa lalu, untuk ke pasar diperlukan jadwal. Artinya, tidak ada setiap hari. Pedagang tampaknya seperti rombongan sirkus, berkeliling dari satu wilayah ke wilayah lain. Masyarakat waktu itu menyebutnya hari pasar (-an), meskipun awalnya merupakan nama hari resmi pada almanak Jawa yang menggunakan putaran bulan (komariyah). Ada Pahing, Pon, Wage, Kliwon, Legi. Sepekan (sepasar) terdiri dari 5 hari. Pantesan 1 tahun Jawa lebih pendek usianya daripada 1 tahun Masehi.

 

Details


Tentang Toko Buku Revolusioner: Sisi Lain Amerika Serikat

Menggambarkan ideologi resmi pemerintah atau sistem hukum yang berlaku dalam suatu negara tentu lebih mudah dibanding mendeskripsikan kenyataan yang hidup di masyarakatnya. Bahwa Amerika Serikat adalah negara demokrasi, bukan pendukung komunisme, dan menganut sistem Common Law, itu mudah dijelaskan. Tapi bagaimana dengan kondisi sosial, budaya,dan politik yang ada di masyarakatnya? Penjelasan singkat soal ini biasanya jatuh pada stereotype yang hanya “benar sebagian”.

Details


Fifty Shades of Grey: Mengintip Adegan Panas Anastasia Steele

Setelah gagal mendapatkan novel yang saya cari di beberapa toko buku, akhirnya langkah kaki terhenti di Barnes & Noble Bookstore yang ada di Broadway, New York. Saya penasaran dengan novel yang super laris dan menjadi film yang juga banyak dibicarakan orang ini: Fifty Shades of Grey.

Details


Eat, Drink and Music: Cafe Wha? dan Legenda Bob Dylan

How many roads must a man walk down
Before you call him a man?
How many seas must a white dove sail,
Before she sleeps in the sand?
Yes how many times must the cannon balls fly
Before they’re forever banned?
The answer my friend,
Is blowing in the wind,
The answer is blowing in the wind…

​(Blowing in the Wind, Bob Dylan)

Details


Buku Untuk Universiteitsbibliotheek Leiden

Hal yang menyenangkan bagi seorang penulis adalah, pertama, saat mendapatkan inspirasi dan bahan tulisan. Kedua, ketika gagasan itu menjadi sebuah karya dan diterbitkan (bisa melalui media massa atau terhimpun dalam buku). Ketiga, tentu saja, ketika dibaca banyak orang—saat itulah pesan yang ingin kita sampaikan diterima, dengan gembira atau duka. Keempat, bila muatan tulisan kita, baik itu fiksi maupun nonfiksi, bermanfaat dan syukur menjadi bagian dari pencerahan.

Details


Pengumuman Penerima Program Pendanaan Penerjemahan LitRI Komite Buku Nasional Gelombang I - 2017

Terima kasih kami sampaikan kepada para penerbit yang sudah mengajukan aplikasi untuk program pendanaan penerjemahan LitRI yang diselenggarakan oleh Komite Buku Nasional dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 

 

Setelah melalui proses seleksi, termasuk kelengkapan berkas administrasi dan kesesuaian dengan persyaratan yang telah ditetapkan, kami umumkan untuk Gelombang I ini terdapat 10 buku yang dinyatakan lolos seleksi, yakni:

Details


Hasil Seleksi Residensi Penulis 2017

Program Residensi Penulis dilaksanakan oleh Komite Buku Nasional dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program Beasiswa Unggulan. Program ini bertujuan mendukung para penulis yang lolos seleksi untuk tinggal di luar negeri selama 1-3 bulan dalam rangka peningkatan kemampuan diri melalui pengembangan jejaring di luar negeri, baik dengan sesama penulis, maupun penerjemah dan penerbit asing; mengikuti berbagai program internasional (diskusi, seminar, pembacaan karya, festival, dst.) dan melakukan proses menulis di negara yang dianggap sesuai dengan keb

Details


Pengumuman: Residensi Penulis 2017

Komite Buku Nasional dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2017 ini akan membuka kembali program Residensi Penulis.

Residensi Penulis adalah program yang dimaksudkan untuk mendukung penulis Indonesia untuk melakukan riset dan menyelesaikan karya tulis di luar negeri. Pendanaan program ini berasal dari Beasiswa Unggulan, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan. Dengan program ini, penulis dapat tinggal di luar negeri selama 1-3 bulan.

Tujuan dari Residensi Penulis 2017

Details



Djainem Moeridjan, Dukun Jawa di Belanda

Sudah hampir 30 tahun orang Jawa bermigrasi dari Suriname ke Belanda. Seiring waktu, tradisi Jawa semakin memudar, perlahan menghilang. Tidak banyak lagi dukun Jawa yang masih bisa melakukan ritual sebagaimana diwariskan leluhur turun-temurun. Tak heran, walaupun Mak Djainem Moeridjan sudah berusia 83 tahun, dia masih sibuk bepergian dari kota ke kota di seluruh penjuru Belanda untuk memenuhi panggilan.

Details


Pages