Articles

Upaya Indonesia Menembus Pentas Dunia Stan Indonesia di Frankfurt Book Fair 2017 /web/articles/upaya-indonesia-menembus-pentas-dunia

Buku adalah khazanah pengetahuan dan jendela dunia. Sebuah buku yang baik bahkan bisa mengubah hidup manusia, merevolusi cara berpikir dan sikap mentalnya. Maka, tak berlebihan bila dikatakan bahwa buku dan hak baca untuk semua adalah fundamen penting dalam semboyan revolusi mental yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak 2014.

Setelah 72 tahun kita merdeka, bagaimanakah situasi perbukuan nasional kita?

Tabung Bawah Tanah /web/articles/tabung-bawah-tanah

Yang menarik dari jalan kaki di kota London adalah saya tidak takut ketabrak sepeda motor. Kemunculan si roda dua yang amat trendy di Indonesia itu di kota ini seperti komet, melesat kemudian tidak terlihat lagi. Saya tidak tahu kenapa orang sini tidak suka naik sepeda motor. Tapi mereka juga sepertinya tidak kenal angkot, apalagi metromini. Adapun bus yang beroperasi si double-decker yang warnanya merah, ikon kota London.

Tapi sepertinya orang-orang sini sukanya naik tube, kereta cepat yang adanya di bawah tanah.

Juru Bicara Bahasa Esperanto di Dunia Heidi Goos (41), Pakar Bahasa Esperanto Asal Belgia /web/articles/juru-bicara-bahasa-esperanto-di-dunia

Ada sebuah adagium lama yang dulu sangat terkenal : Ars longa vita brevis. Artinya, hidup kesenian lebih panjang dari hidup manusia. Kalau diperluas maknanya : Manusia bisa saja hancur,  kesenian akan tetap abadi.

Panggilan jiwa seni itulah yang membuat  Heidi Goes, (41), untuk terus menulis, belajar pelbagai macam bahasa dengan tekun dan bersungguh-sungguh. Dia menyakini, sesuatu yang  dikerjakan dan diupayakan, harus melalui kemauan dan tekad.

Pengumuman Penerima Pendanaan Terjemahan LitRI gel.II Tahun 2017 /web/articles/pengumuman-penerima-pendanaan-terjemahan-litri-gelii-tahun-2017

Terima kasih kami sampaikan kepada para penerbit yang sudah mengajukan aplikasi untuk program pendanaan penerjemahan LitRI yang diselenggarakan oleh Komite Buku Nasional dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.                                                       

Setelah melalui proses seleksi, termasuk kelengkapan berkas administrasi dan kesesuaian dengan persyaratan yang telah ditetapkan, kami umumkan untuk Gelombang II ini terdapat 20 buku yang dinyatakan lolos seleksi, yakni:

Agatha Christie dan Nenek Saya Torre Abbey /web/articles/agatha-christie-dan-nenek-saya

Belum dua minggu otot lengan kanan saya sudah kekar dan sterek. Bukan karena saya di sini jadi rajin olahraga, tapi tiap beberapa hari saya mendorong koper biru semata wayang saya naik turun tangga dan keluar masuk kereta bawah tanah yang di sini disebut dengan tube. Dua puluh satu KG berat koper saya, isinya semua tetek bengek yang tidak penting (saya bahkan bawa boneka buat teman tidur). Dengan jaket, sepatu boots dan jas yang beberapa hari lalu saya beli di toko barang bekas di sekitar sini, saya cuek saja ngeloyor ke sana kemari seolah saya ini turis yang keren banget.

Mencari Portugal di Masa Lampau /web/articles/mencari-portugal-di-masa-lampau

Saya di Portugal harus mencari informasi tentang bagaimana wajah negeri ini, terutama Lisboa, di abad 15-16 Masehi. Hal itu berkaitan dengan novel yang sedang saya tulis, sehingga saya membutuhkan bentang alam Portugal secara umum di abad 15-16 untuk menempatkan tokoh-tokoh cerita saya. Ternyata cukup sulit menemukan bentang alam tersebut.

Mencari Mentalitas Dua Bangsa yang “Kalah” /web/articles/mencari-mentalitas-dua-bangsa-yang-%E2%80%9Ckalah%E2%80%9D

Bukan sebuah kebetulan atau keisengan belaka saya memilih Portugal sebagai tempat untuk melakukan residensi. Sejak dua tahun lalu saya sudah berencana pergi ke Portugal, karena saya telah memiliki rencana novel yang berlatar sejarah Kerajaan Sunda dan Kerajaan Portugal di abad 16 Masehi.

SERUNYA HARI PERTAMA DI NORWICH! Workshop /web/articles/serunya-hari-pertama-di-norwich

To be or not to be? That’s the question. Kalimat Shakespeare ini benar-benar seperti yang saya alami sebelum berangkat ‘menunaikan tugas’ residensi penulis di Inggris. Adaaaaa saja hal yang terjadi sebelum keberangkatan saya ke negeri Grandma Elizabeth ini. Dari mulai Poundsterling yang begitu melonjak tajam nilainya (salah saya juga sih kenapa tidak menukarkan poundsterling jauh-jauh hari), berbagai berita tak mengenakkan tentang kejadian ledakan di London hingga isu Gunung Agung yang akan meletus tepat di malam sebelum keberangkatan saya! Fiuuuuhhh!!!  

 

HOMO PLASTICICUS CELLULARAE /web/articles/homo-plasticicus-cellularae

“Jesus loves you! Jesus loves you!” Lelaki bertubuh besar itu berseru pada tiap orang yang berpapasan dengannya sembari bergegas entah ke mana. Sosoknya  dengan cepat lenyap di antara orang-orang yang memadati trotoar. Tottenham Court  Road sore itu ramai. Seruan lelaki tadi segera punah ditiban bunyi-bunyi lain yang sigap menyergap telinga: simpang siur percakapan, klakson mobil, batuk berdahak, teriakan gagak, sirine di kejauhan. 

 

Pertemuan dengan yang Lain pada Suatu Waktu Menagerie, atau kebun binatang dan museum evolusi/museum paleontologi. /web/articles/pertemuan-dengan-yang-lain-pada-suatu-waktu

Langit pada musim panas kali ini bahkan masih lumayan terang hingga pukul setengah sepuluh malam saat saya pulang. Lantaran tak membeli makanan di perjalanan (dan hanya berbekal botol minuman), saya merasa lemas sekali hingga mendengar suara sendiri seperti mengemis makan kepada ibu semang saat berdiri di hadapannya, “Apa masih ada makanan? Saya lapar dan belum makan sejak keluar rumah.”

Saya menjelaskan alasan keengganan membeli makan di luar, ia tampak mafhum.

Masih tertinggal satu panci nasi dan sop. Dengan raut wajah gemas, ia mempersilakan saya mengambil makanan.

Pages