Articles

HOMO PLASTICICUS CELLULARAE /web/articles/homo-plasticicus-cellularae

“Jesus loves you! Jesus loves you!” Lelaki bertubuh besar itu berseru pada tiap orang yang berpapasan dengannya sembari bergegas entah ke mana. Sosoknya  dengan cepat lenyap di antara orang-orang yang memadati trotoar. Tottenham Court  Road sore itu ramai. Seruan lelaki tadi segera punah ditiban bunyi-bunyi lain yang sigap menyergap telinga: simpang siur percakapan, klakson mobil, batuk berdahak, teriakan gagak, sirine di kejauhan. 

 

Pertemuan dengan yang Lain pada Suatu Waktu Menagerie, atau kebun binatang dan museum evolusi/museum paleontologi. /web/articles/pertemuan-dengan-yang-lain-pada-suatu-waktu

Langit pada musim panas kali ini bahkan masih lumayan terang hingga pukul setengah sepuluh malam saat saya pulang. Lantaran tak membeli makanan di perjalanan (dan hanya berbekal botol minuman), saya merasa lemas sekali hingga mendengar suara sendiri seperti mengemis makan kepada ibu semang saat berdiri di hadapannya, “Apa masih ada makanan? Saya lapar dan belum makan sejak keluar rumah.”

Saya menjelaskan alasan keengganan membeli makan di luar, ia tampak mafhum.

Masih tertinggal satu panci nasi dan sop. Dengan raut wajah gemas, ia mempersilakan saya mengambil makanan.

Tersesat Membawa Nikmat /web/articles/tersesat-membawa-nikmat

Gelas yang menguarkan aroma kopi giling tanah Priangan saya letakkan di atas meja bundar di satu sudut halaman belakang. Kursi kayu masih lembab. Matahari sebenarnya sudah sepantar pohon pinang yang biasa dipakai perayaan kemerdekaan, tapi hangatnya belum sampai. Dia datang dari arah sedikit menyerong. Karena itu, dia harus lebih dulu ke genteng tetangga, melampaui daun cemara serta ranting-ranting apel, barulah bisa menyentuh tempat saya duduk.

“Pagi, Mbak Ully. Bonjour, Alan.”

“Hai. Pagi...” Suami-istri itu menengok.

Upacara HUT RI di Negeri Belanda /web/articles/upacara-hut-ri-di-negeri-belanda

Pengalaman yang saya tunggu-tunggu itu akhirnya datang juga. Sebelum berangkat ke Belanda, terpikir secara heroik: alangkah hebatnya upacara memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia jauh dari tanah air …

Menjual Sepeda Sampai Akhir Hayat Aad Bakker (59), di samping sepeda yang akan direparasi /web/articles/menjual-sepeda-sampai-akhir-hayat

Den Haag, 2006.

Hikayat Bagong Mencari Kafka Di Botanicher Garten ini, Kafka dan Dora bertemu dengan seorang anak kecil yang kehilangan boneka. Kafka akhirnya menciptakan boneka imajinatif yang mengirim surat pada Katja, si bocah malang itu. /web/articles/hikayat-bagong-mencari-kafka

Hingga sekarang orang-orang Kampung Pungkursari, Salatiga, memanggil dia Bagong. Bagong adalah nama salah satu punakawan, selain Petruk, Gareng, dan Semar.

Nasib baik telah menyebabkan pengarang kelahiran September setahun sebelum geger pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap sebagai penganut komunisme itu mendapat beasiswa unggulan Kemdikbud untuk residensi sastra ke Berlin, Jerman, selama tiga bulan.

“Saya akan menulis tentang Kafka, penulis kelahiran Praha yang sukses sebagai pencerita di Jerman itu,” kata Bagong.

DARI KEHARUAN OTENTIK KE HARUM RUM Jalur sepeda dan jalan kaki di tepi taman hutan Obora Hvězda /web/articles/dari-keharuan-otentik-ke-harum-rum

DARI KEHARUAN OTENTIK KE HARUM RUM

HAVEN, TEMPAT PERLINDUNGAN Lets fully welcome refugee di St.Paul Cathedral /web/articles/haven-tempat-perlindungan

Lead us to a place
Guide us with Your Grace
To a place where we'll be safe

 

Orang Kesayangan Pelancong Tropis di Den Haag Ny. Ming. I. Kat, sang pemilik Restoran Bali Mandera di Den Haag /web/articles/orang-kesayangan-pelancong-tropis-di-den-haag

Belanda adalah salah satu negara multi kultural di dunia. Penduduknya terdiri dari pelbagai macam ras : putih, hitam dan kuning. Semua melebur dan mengukuhkan antara satu dengan lainnya.

Belanda disebut  “Nederland”. Nama “Holland” juga sering dipakai untuk menyebut negara Belanda. Tapi secara harfiah,  Holland adalah nama dari kedua provinsi di pesisir barat, yakni Holland Utara dan Holland Selatan.

Amsterdam: La Minoria Es Hermosa Central Station /web/articles/amsterdam-la-minoria-es-hermosa

Apa saya bilang? Ketika menyangkut soal radikalisme, rasisme, dan fasisme, saya berharap hanya ada tepukan sebelah tangan. Di Amsterdam, lewat sebuah peristiwa kecil pada satu sore, apa yang saya harapkan itu menjadi kenyataan.

“Minoritas itu indah,” kata Elena. Ia menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris kalimat bahasa Spanyol yang tertera di kaos yang saya kenakan, sepotong kaos murahan yang saya beli sekitar dua tahun lalu di sebuah factory outlet di Jakarta. Elena pandai berbahasa Spanyol karena ia berasal dari Puerto Rico

Pages