Articles


Articles

Ketika Seno Mendengar Kesaksian

Seorang sastrawan tak hanya menulis tapi juga mendengar kesaksian banyak orang. Itulah salah satu pernyataan David Van Reybrouck, saat membahas Saksi Mata (Eyewitness) karya legendaris dari banyak karya lain Seno Gumira Ajidarma, dibicarakan bersama penulisnya Seno Gumira, dimoderatori oleh Alexandra Koch di National Stand Hall, Frankfurt, Jerman.

Details


Menata Buku Sebelum Pembukaan FBF Digelar

Sebelum pembukaan Frankfurt Book Fair, Selasa (18/10) para anggota Komite Buku Nasional mulai menyusun buku.

Buku Pramoedya ditata di tengah, ada rak buku anak, rak buku yang harus diurut dari alphabet "A" hingga "Z".

Termasuk rak buku yang para penulisnya hadir termasuk Eka Kurniawan, Aan Mansyur, Goenawan Mohamad,

Juga sajian berupa buku desain visual hasil interpretasi dari teks karya para sastrawan Indonesia oleh Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI).

Details


Abidah El Khalieqy Hadirkan Novel "Nirzona" di Momen FBF 2016

“Kenapa saya menulis tentang Aceh, karena memang kejadian di sana menghentakkan dunia, terlebih lagi bagi kita sesama bangsa Indonesia,” ujar penulis Abidah El Khalieqy ketika hadir di Indonesia International Book Fair 2016 di Senayan, Jakarta, Sabtu (1/9).

Penulis ini akan mengurai tentang Aceh pada karyanya yang berjudul Nirzona. Yang dikisahkanny aadalah saat setelah banjir maha duka Tsunami, juga peristiwa penandatanganan Perjanjian Helsinki, yang menurutnya adalah yang paling krusial. Nirzona, artinya tanpa zona,

Details


PENGUMUMAN HASIL SELEKSI "PROGRAM RESIDENSI PENULIS 2016"

Berikut daftar nama penulis yang terpilih untuk menerima dana dukungan "Program Residensi Penulis 2016" yang diadakan oleh Komite Buku Nasional bekerja sama dengan Beasiswa Unggulan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Diurut berdasarkan abjad.

  

 

No.

 

Nama

 

Negara Tujuan

 

Details



Pramoedya Ananta Toer Suka Karya Steinbeck dan Gorki

Ungkapan ini dilontarkan oleh sastrawan Indonesia yang semasa hidupnya pernah masuk ke dalam daftar peraih Nobel Kesusasteraan dan karyanya sempat menjadi bacaan terlarang di era pemerintahan Orde Baru dalam sebuah pertemuan, 14 tahun yang silam.

Ketika itu, sastrawan yang karyanya sudah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa ini masih terlihat sehat dan tak kehilangan ruang gerak, tubuhnya juga sudah begitu bebas seusai kebebasan yang dihirup - lepas dari terali jeruji.

Details


Program Residensi Penulis

RESIDENSI PENULIS

Program Residensi ini dirancang atas kerjasama antara Komite Buku Nasional dan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jangka waktu masing-masing residensi antara 1-3

bulan, yang dilaksanakan antara September dan November 2016. Pilihan negara tempat

residensi diutamakan di negara di mana ada Atdikbud RI.

 

TUJUAN

Tujuan dari program ini adalah memberi kesempatan kepada para penulis untuk:

1. Mengadakan penelitian yang diperlukan untuk menyelesaikan karya;

Details


Penulis Indonesia Agustinus Wibowo Hadir di BIBF 2016

Setelah keberhasilan Indonesia di Bologna Book Fair  dan London Book Fair  pada Maret dan April 2016 lalu, buku-buku dari Indonesia kini hadir di Stand Indonesia dengan lokasi  E2F28 di Bejing International Book Fair (BIBF 2016)  pada 24-28 Agustus 2016.

Inilah kali pertama penerbitan Indonesia tampil di BIBF secara kolektif karena sebelumnya anggota penerbit Indonesia hanya hadir sebagai pengunjung. Selama lima hari pameran di Beijing, Indonesia menampilkan 200 judul buku pilihan dan  memberikan wawasan tentang industri penerbitan di Indonesia.

Details


Just Published, French Edition of "Back in Bandung"

Caetla Edition in Paris has recently published a French edition of Indonesian comic book title "Curhat Tita: Back In Bandung". This comic is written by Tita Larasati, originally published in 2008 by CAB (an imprint under Mizan Pustaka, a Bandung based publisher), tells the story of the author's experience in settling back in her hometown in Bandung, after spending years as graduate art student in Amsterdam.

 

Details


Merayakan Hari Buku Nasional

Pada 17 Mei 2016 ini kita kembali memperingati Hari Buku Nasional. Pada zaman Bung Karno berkuasa, Hari Buku Nasional diperingati setiap 21 Mei, berbarengan dengan ulang tahun Persatuan Toko Buku Indonesia (PTBI). Namun, sejak 17 Mei 1980, rezim Soeharto menetapkan 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional yang baru, bertepatan dengan peresmian gedung Perpustakaan Nasional di Jakarta oleh Nyonya Tien Soeharto. Tanggal itu juga berbarengan dengan ulang tahun Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi).

Details


Pages