Articles

Washington Square Park: Colin Huggins dan Musik Klasik  Washington Square Park /web/articles/washington-square-park-colin-huggins-dan-musik-klasik

Alunan piano yang memainkan Nocturne Op. 9 No. 2 karya Chopin itu menghentikan langkah saya. Segera saya cari tahu dari mana sumber suara itu. Ternyata itu berasal dari salah satu jalan di dalam Washington Square Park. Seorang berbadan kurus, berkacamata, dan mengenakan pakai hitam-hitam tampak asyik memainkan baby grand pianonya. “Weleh-weleh, musik klasik di taman terbuka dan siang bolong pula,” kata saya dalam hati. Saya tidak jadi pulang. Padahal  sudah cukup lama saya bersantai di sudut lain taman itu dan bermaksud kembali ke rumah.

 

Perbatasan 3 Negara Di balkon menara Drielandenpunt /web/articles/perbatasan-3-negara

Batas dalam ruang lingkup yang kecil sering tidak kentara, apalagi jika itu masih dalam satu kelurahan (batas antar-RW atau RT) yang biasanya menggunakan jalan lingkungan. Artinya, walau kita tetangga dengan depan rumah, kalau arisan RW atau RT ternyata berbeda grup.

 

Kang Stefano  Bersama Stefano Romano di Piazza della Repubblica /web/articles/kang-stefano

Stefano Romano nama lengkapnya. Ia lebih senang dipanggil Kang Stefano. Ia fotografer yang sering terlibat pada kegiatan pameran yang diselenggarakan Komite Buku Nasional, serta seseorang yang sangat mencintai Indonesia. Buku fotografinya yang berjudul Kampungku Indonesia diterbitkan oleh penerbit Mizan. Setelah beberapa kali bertukar kabar lewat aplikasi WhatsApp sebelum saya tiba di Roma, kami memutuskan bertemu di sekitar Perpustakaan Pusat Nasional Roma, pada hari Rabu, 19 Juli 2017, setelah pukul 15.00. Stefano meminta saya untuk menunggu di depan gerbang perpustakaan.

Condet – Amsterdam via Istanbul /web/articles/condet-%E2%80%93-amsterdam-istanbul

Selasa, 8 Agustus 2017, Boeing 777-300 milik Turkish Air rute Jakarta – Istanbul - Amsterdam lepas landas dari bandara Soekarno – Hatta pada pukul 20.45 sesuai jadwal, mengangkut ratusan penumpang tujuan Istanbul atau Amsterdam. Saya, warga Condet, termasuk di antara mereka.

Srikandi Peracik Bumbu di Belanda Rita Marto Pawiro (kaca mata, baju hitam) dengan koleganya, Nina /web/articles/srikandi-peracik-bumbu-di-belanda

Semua orang  Belanda yang bermukim di wilayah “Randstad”, artinya gugusan kota di sebelah barat Negeri Belanda, yaitu di Amsterdam, Den Haag, Rotterdam dan Utrecht, pastinya tahu tentangRestoran Mini di Rotterdam.

Hamilton Grange: Bapak Bangsa dan Duel yang Membawa Maut Hamilton Grange /web/articles/hamilton-grange-bapak-bangsa-dan-duel-yang-membawa-maut

Rumah kayu berwarna krem dengan aksen putih itu selalu terlihat sepi dari luar. Seperti tak ada kehidupan di dalamnya. Sesekali hanya ada mobil minibus yang parkir di halaman depan. Selebihnya kesunyian di hamparan tanah yang amat luas. Bangunan berlantai tiga itu adalah rumah asli Alexander Hamilton, salah seorang bapak bangsa Amerika Serikat. Saya sering melewati rumah ini ketika saya tinggal untuk beberapa hari di Hamilton Terrace, Harlem Barat.

Angelica Yudasto: Eksplorasi Sensualitas Perempuan Karya Angelica /web/articles/angelica-yudasto-eksplorasi-sensualitas-perempuan

               Di Jakarta kita punya Djenar Maesa Ayu dengan cerita-cerita pendeknya yang sering mengagetkan. Di ujung Manhattan, New York, kita punya Angelica Yudasto. Jika Djenar mengekspresikan apa yang dia alamai, rasakan dan pikirkan melalui karya tulis, maka anak muda blasteran Indonesia-Peru ini mengungkapkan pengalaman dan pandanganya melalui lukisan dengan gaya figurative dan abstrak. Angelica mengeskplorasi sensualitas dan seksualitas wanita dengan argumentasi personalnya.

Kopi-Kopi: Ada Bandrek dan Bajigur di Manhattan Kopi Kopi Cafe /web/articles/kopi-kopi-ada-bandrek-dan-bajigur-di-manhattan

Campuran antara rasa bangga, penasaran, dan balas dendam yang membuat saya bergegas mandi untuk segera mengunjungi Kopi-Kopi, sebuah café dan restoran khas Indonesia di Manhattan, New York. Saya bangga karena tidak banyak restoran Indonesia di Manhattan. Kalau di kota lain seperti Brooklyn, Los Angeles, Philadelphia, atau kota lainnya, ada banyak. Saya penasaran karena disebutkan lokasinya berada di Greenwich Village, sebuah kawasan elite di Manhattan. Balas dendam karena sudah agak lama saya tidak menyantap masakan khas Indonesia.

Dari Sepak Bola hingga “Aeneis” Di depan salah satu ruangan Centro Studio Dante Alighieri /web/articles/dari-sepak-bola-hingga-%E2%80%9Caeneis%E2%80%9D

“Saya senang dengan permainan Biglia, si orang Argentina. Sayangnya dia sudah pindah,” kata Alex seorang Laziale sekaligus supir taksi yang membawa saya dari bandara ke tempat penginapan di antara sejumlah percakapan kami. Yang dimaksudkan Alex adalah Lucas Biglia, mantan pemain klub sepakbola Lazio yang tahun ini pindah memperkuat AC Milan. “Kamu menonton Serie A?” tanyanya.

Menyantap Ikan Haring dan Kibbeling Kef dan Ikan Haring /web/articles/menyantap-ikan-haring-dan-kibbeling

Di Jawa, di masa lalu, untuk ke pasar diperlukan jadwal. Artinya, tidak ada setiap hari. Pedagang tampaknya seperti rombongan sirkus, berkeliling dari satu wilayah ke wilayah lain. Masyarakat waktu itu menyebutnya hari pasar (-an), meskipun awalnya merupakan nama hari resmi pada almanak Jawa yang menggunakan putaran bulan (komariyah). Ada Pahing, Pon, Wage, Kliwon, Legi. Sepekan (sepasar) terdiri dari 5 hari. Pantesan 1 tahun Jawa lebih pendek usianya daripada 1 tahun Masehi.

 

Pages