Djoko Lelono

DJOKOLELONO benar-benar manusia bumi.  Ia dilahirkan 72 tahun yang lalu di sebuah desa di Wlingi, Jawa Timur.  Tetapi ia tercatat sebagai manusia Indonesia pertama yang menulis buku ‘fiksi ilmiah’ untuk remaja – tentang bagaimana membuat sebuah bulan planet Venus menjadi suatu tempat yang bisa ditinggali manusia (dalam buku ‘Jatuh Ke Matahari’).  Ada beberapa buku fiksi ilmiah lainnya yang diorbitkannya,  tetapi lebih dari itu penulis gaek ini (waktu dulu ia belum gaek, tentunya) menggetarkan dunia perbukuan terutama untuk kalangan anak-anak dan remaja dengan tema-tema petualangan, aksi, fantasi, suspense, yang saat itu (tahun-tahun 70an) sanggup membendung banjirnya buku-buku terjemahan dengan genre serupa. Dia yang jebolan Astronomi ITB mendapat pelajaran banyak dari menerjemahkan karya-karya sastra dunia antara lain Mark Twain, John Steinbeck, Laura Ingalls Wilder dan lain-lain. Tak heran dengan bahasa dan logika yang tertata ia membuahkan banyak sekali, sekitar 40-an judul buku-buku yang dicintai khalayak sasarannya.

Setelah absen sekitar 30 tahun menulis, karena mencurahkan kreatifitasnya di bidang kreatif periklanan, ia kembali ke dunia menulis dengan sebuah novel fantasi untuk anak-anak dan remaja berjudul Anak Rembulan di tahun 2013. Ini disusul dengan kelanjutan kisah fiksi ilmiah ‘Penjelajah Antariksa’.

Baginya, fiksi ilmiah tidak lain adalah semacam folk-tales untuk masa depan. Ia yang sangat mendalami hal ini, tentulah tak mengenyampingkan kesempatan mempelajari folk-tales dari dunia lain – yang tentunya akan menjadi bumbu-bumbu menawan bagi karyanya yang akan datang.

Untuk itulah petualang antariksa dunia baca ini menjelajahi Phillippina – ke sebuah kebudayaan yang menurutnya adalah lanjutan kebudayaan Jawa masa lalu. Kita tunggu oleh-olehnya.

Email: djokolelono2011@gmail.com