KARYA ANAK BANGSA MENDUNIA, PRESIDEN FBF KEMBALI UNDANG INDONESIA

Setelah sukses melaksanakan perannya di Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 sebagai tamu kehormatan (Guest of Honour), Indonesia kembali diundang oleh PresidenFrakfurt Book Fair, Jurgen Boss,untuk tampil di FBF 2016 yang akan berlangsung pada 18 Oktober hingga 23 Oktober. Setahun pasca FBF, Indonesia menunjukkan prestasi dengan karya-karya anak bangsa yang terus mendunia dan penjualan rights yang terus meningkat. Dari hanya 60 judul penjualan righs keluar negeri pada 2014, memasuki 2016, Indonesia telah berhasil menjual ratusan rights.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) memberikan arahan bahwa diplomasi budaya harusberlanjut dengan pembentukan KomiteBuku Nasional (KBN) yang sudah berjalan, dan ikut aktif dalam pelaksanaan beberapa pameran buku international. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mempromosikan dan melisensikan hak cipta karya Indonesia (licensing rights).Pada tahun 2016 kementerian/ lembaga yakni, Kemendikbud dan Badan EkonomiKreatif (Bekraf).

Dalam pelaksanaan FBF 2016, Indonesia akan hadir di tiga venue yaitu Stand Nasional yang luasnya 200 M², dan akan memamerkan buku-buku yang telah dipilih oleh Tim Kurator Independen dengan jumlah buku yang dipamerkan sekitar 300 buku. Selanjutnya, akan dilakukan aktivitas jual dan beli hak cipta (copyrights), baik yang langsung dilakukan oleh co-exhibitor maupun oleh literary agent.

Kemudian, Stand Buku Anak yang memamerkan buku anak yang juga dipilih oleh Tim Kurator Independen dan akan memajang  40-50 buku, dengan luas stand 20 M². Terakhir, di Agora - tenda khusus yang dibangun untuk Indonesia seukuran 50 M², disertai panggung, yang digunakan untuk pertunjukan (performance). Selain itu, ada lima panggung lainnya tempat narasumber Indonesia berkiprah, yaitu dua sesi di International Stage, Business Club, dan Show Kitchen di Gourmet Gallery, dan Children Stage.

Terdapat beberapa acara menarik di FBF tahun ini, mulai dari kehadiran penulis di antaranya Laksmi Pamuntjak, Eka Kurniawan, hingga Seno Gumira Ajidarma, serta beberapa penulis lainnya. Laksmi adalah penyair dan penulis yang memenangkan LiBeraturpreis tahun ini, sebuah penghargaan dari negara Jerman yang disponsori oleh Frankfut Book Fair untuk novelnya Amba. Eka adalah penulis novel yang masuk dalam nominasi The Man Booker International Prize 2016 untuk bukunya Lelaki Harimau (Man Tiger), dan cerpen Seno bertajuk "Saksi Mata" pernah memperoleh Dinny O'Hearn Prize for Literary, 1997. Eka Kurniawan juga mendapat penghargaanFT/OppenheimerFunds Emerging Voices untuk kategori fiksi mengalahkan penulis-penulis fiksi yang sudah mendunia. Ini tidak terlepas dari upaya-upaya penerjemahan karya anak bangsa ke dalam bahasa asing yang akan terus dilanjutkan oleh Komite Buku Nasional melalui program bantuan dana penerjemahan (LitRI).

Selain agenda di atas, Indonesia di FBF 2016 juga menampilkan budaya dan seni, termasuk program Happy Hour yang adalah acara santai di stand Indonesia tempat para co-exhibitor Indonesia berbincang-bincang dengan relasi penerbit internasional mengenai peluang kerjasama bisnis sambil menikmati penganan khas Indonesia. Selain itu, pada pameran ini,cef Bara Pattiradjawane akan menghidangkan sajian soto dalam program “A Spoonful of Indonesia Warmth” yang dipersembahkan oleh Bekraf.

Komite Buku Nasional terbagi dalam berbagai bidang untuk menjalankan programnya antara lain: 

  1. Program Pendanaan Penerjemahan untuk menghadirkan literatur Indonesia di panggung dunia (LitRI, link website: http://islandsofimagination.id/web/articles/indonesian-translation-funding-program);
  2. Program Pendanaan Sastra yang bertujuan mendorong lahirnya karya tulisbermutu dari para sastrawan dan intelektual Indonesia;
  3. Program Riset dan Pusat Data yang bertujuan membangun dunia perbukuan dengan basis data yang kuat tentang industri buku nasional;
  4. Program Pembinaan dan Pelatihan dengan menyelenggarakan program peningkatan kapasitas penulis dan para profesional penerbitan; 
  5. Program Pameran Buku Internasional untuk mempertahankan konsistensi kehadiran Indonesia di pameran-pameran buku penting dunia;
  6. Program Festival Sastra untuk memberi dukungan kepada pengarang Indonesia untuk tampil dalam berbagai festival di dunia;
  7. Program Sosialisasi dan Publikasi untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan dalam berbagai bentuk penyebaran informasi.[]

Date:
2016-09-26

Speaker(s):

Moderator:

Location: