Articles

Program Bantuan Dana Penerjemahan LitRI

Program bantuan pendanaan penerjemahan bertujuan membantu agar karya para penulis Indonesia bisa diterjemahkan dan diterbitkan dalam berbagai bahasa serta didistribusikan secara internasional. Hal ini berkaitan dengan upaya untuk memperkenalkan kekayaan intelektual dan budaya Indonesia di pentas dunia serta merupakan bagian dari diplomasi budaya nasional. LitRI adalah program bantuan pendanaan penerjemahan yang diselenggarakan oleh Komite Buku Nasional (KBN) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Details


Pengumuman: Residensi Penulis 2017

Komite Buku Nasional dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2017 ini akan membuka kembali program Residensi Penulis.

Residensi Penulis adalah program yang dimaksudkan untuk mendukung penulis Indonesia untuk melakukan riset dan menyelesaikan karya tulis di luar negeri. Pendanaan program ini berasal dari Beasiswa Unggulan, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan. Dengan program ini, penulis dapat tinggal di luar negeri selama 1-3 bulan.

Tujuan dari Residensi Penulis 2017

Details



Djainem Moeridjan, Dukun Jawa di Belanda

Sudah hampir 30 tahun orang Jawa bermigrasi dari Suriname ke Belanda. Seiring waktu, tradisi Jawa semakin memudar, perlahan menghilang. Tidak banyak lagi dukun Jawa yang masih bisa melakukan ritual sebagaimana diwariskan leluhur turun-temurun. Tak heran, walaupun Mak Djainem Moeridjan sudah berusia 83 tahun, dia masih sibuk bepergian dari kota ke kota di seluruh penjuru Belanda untuk memenuhi panggilan.

Details


Sarijo Moeljoredjo, Imigran Jawa Terakhir di Moengo

Gurat tulang-belulang tampak jelas di sekujur tubuh renta Sarijo Moeljoredjo. Tetapi matanya masih bersinar cemerlang, gerakan tubuhnya cekatan. Pada usia menginjak 96 tahun ini, Mbah Sarijo (baca: Saryo) setiap hari masih bekerja di kebun pisang di belakang rumah. Sehari-hari pun dia kuat bersepeda keliling kota. Tetapi yang luar biasa, ingatannya masih sangat tajam manakala dia mengurai setiap detail perjalanan hidupnya. Dialah orang tertua sekaligus saksi hidup terakhir di kota Moengo, satu dari 32.962 orang Jawa yang pernah diangkut dengan kapal oleh Belanda ke Suriname.

Details


Misi Lintas Negara: antara Leiden dan Paris

26 November pukul 13.30, dari Den Haag Centraal saya menuju Paris. Saya menggunakan armada bus Flixbus. Sambil menunggu bus datang, masuk jam makan siang, saya melahap tantuni, makanan khas Turki sembari membaca buku The End of Yesterday-nya Jared Diamond yang sebelumnya saya beli di Pasar Sabtu di Brestraat, Leiden. Dan, bus yang saya tunggu akhirnya datang juga. Perjalanan menuju Paris memakan waktu delapan jam.

Details


Orang-orang Belleville

HALLO, My friend?” Begitu selalu dia menyambut hangat kedatangan saya. Entah siapa namanya, tapi saya memberi saja dia nama “Ahmad”.  Pemilik toko daging (Bucheri) di Boulevard Belleville. Setidaknya tiga hari sekali saya membeli daging di tokonya. Dan saya selalu memilih daging domba dengan sedikit lemak di tepiannya. Cukup beberapa potong saja untuk dibuat sop, harganya tak pernah lebih dari 4 euro. Ahmad sudah hapal kesukaan saya itu dan kerap dia memilihkannya. “This good for your soup,” katanya sambil meraih beberapa potong daging domba.     

Details


Mesir Kuno dan Ratusan Museum

ADA RATUSAN museum di Berlin dan mustahil mengunjungi semuanya satu hari, begitu kata penjaga museum ketika saya membeli tiket masuk semua museum selama satu hari—yang sebetulnya cuma berlaku untuk semua museum yang terdaftar dalam tiket tersebut. Saya yakin penjaga museum itu cuma berlebih-lebihan belaka.

Details


Bisnis Manga yang Menggiurkan

Ketika Ozamu Tezuka menciptakan Diary of Ma Chan, pada tahun 1946, tentu beliau tidak akan menyangka gaya manga ciptaannya akan menjadi ngetop seperti sekarang ini di seluruh dunia. Dr. Ozamu Tezuka, boleh dibilang merupakan godfather of Japanese Manga. Seorang dokter medis yang akhirnya memutuskan untuk menjadi mangaka (komikus). Karyanya yang paling terkenal adalah Astro Boy.

Details


Kisah Maluku di Negeri Belanda

Lelaki Maluku itu berdiri di atas panggung. Dengan suara bergetar, dia mengisahkan sebuah memori mengerikan tentang pamannya—seorang tentara KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda) dari Maluku yang ikut aksi militer Belanda tidak lama setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Details


Pages