Artikel


Articles

Pertemuan dengan yang Lain pada Suatu Waktu

Langit pada musim panas kali ini bahkan masih lumayan terang hingga pukul setengah sepuluh malam saat saya pulang. Lantaran tak membeli makanan di perjalanan (dan hanya berbekal botol minuman), saya merasa lemas sekali hingga mendengar suara sendiri seperti mengemis makan kepada ibu semang saat berdiri di hadapannya, “Apa masih ada makanan? Saya lapar dan belum makan sejak keluar rumah.”

Saya menjelaskan alasan keengganan membeli makan di luar, ia tampak mafhum.

Masih tertinggal satu panci nasi dan sop. Dengan raut wajah gemas, ia mempersilakan saya mengambil makanan.

Details


Tersesat Membawa Nikmat

Gelas yang menguarkan aroma kopi giling tanah Priangan saya letakkan di atas meja bundar di satu sudut halaman belakang. Kursi kayu masih lembab. Matahari sebenarnya sudah sepantar pohon pinang yang biasa dipakai perayaan kemerdekaan, tapi hangatnya belum sampai. Dia datang dari arah sedikit menyerong. Karena itu, dia harus lebih dulu ke genteng tetangga, melampaui daun cemara serta ranting-ranting apel, barulah bisa menyentuh tempat saya duduk.

“Pagi, Mbak Ully. Bonjour, Alan.”

“Hai. Pagi...” Suami-istri itu menengok.

Details


Upacara HUT RI di Negeri Belanda

Pengalaman yang saya tunggu-tunggu itu akhirnya datang juga. Sebelum berangkat ke Belanda, terpikir secara heroik: alangkah hebatnya upacara memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia jauh dari tanah air …

Details


Hikayat Bagong Mencari Kafka

Hingga sekarang orang-orang Kampung Pungkursari, Salatiga, memanggil dia Bagong. Bagong adalah nama salah satu punakawan, selain Petruk, Gareng, dan Semar.

Nasib baik telah menyebabkan pengarang kelahiran September setahun sebelum geger pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap sebagai penganut komunisme itu mendapat beasiswa unggulan Kemdikbud untuk residensi sastra ke Berlin, Jerman, selama tiga bulan.

“Saya akan menulis tentang Kafka, penulis kelahiran Praha yang sukses sebagai pencerita di Jerman itu,” kata Bagong.

Details




Orang Kesayangan Pelancong Tropis di Den Haag

Belanda adalah salah satu negara multi kultural di dunia. Penduduknya terdiri dari pelbagai macam ras : putih, hitam dan kuning. Semua melebur dan mengukuhkan antara satu dengan lainnya.

Belanda disebut  “Nederland”. Nama “Holland” juga sering dipakai untuk menyebut negara Belanda. Tapi secara harfiah,  Holland adalah nama dari kedua provinsi di pesisir barat, yakni Holland Utara dan Holland Selatan.

Details


Amsterdam: La Minoria Es Hermosa

Apa saya bilang? Ketika menyangkut soal radikalisme, rasisme, dan fasisme, saya berharap hanya ada tepukan sebelah tangan. Di Amsterdam, lewat sebuah peristiwa kecil pada satu sore, apa yang saya harapkan itu menjadi kenyataan.

“Minoritas itu indah,” kata Elena. Ia menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris kalimat bahasa Spanyol yang tertera di kaos yang saya kenakan, sepotong kaos murahan yang saya beli sekitar dua tahun lalu di sebuah factory outlet di Jakarta. Elena pandai berbahasa Spanyol karena ia berasal dari Puerto Rico

Details


Washington Square Park: Colin Huggins dan Musik Klasik

Alunan piano yang memainkan Nocturne Op. 9 No. 2 karya Chopin itu menghentikan langkah saya. Segera saya cari tahu dari mana sumber suara itu. Ternyata itu berasal dari salah satu jalan di dalam Washington Square Park. Seorang berbadan kurus, berkacamata, dan mengenakan pakai hitam-hitam tampak asyik memainkan baby grand pianonya. “Weleh-weleh, musik klasik di taman terbuka dan siang bolong pula,” kata saya dalam hati. Saya tidak jadi pulang. Padahal  sudah cukup lama saya bersantai di sudut lain taman itu dan bermaksud kembali ke rumah.

 

Details


Pages