Artikel

DARI KEHARUAN OTENTIK KE HARUM RUM Jalur sepeda dan jalan kaki di tepi taman hutan Obora Hvězda /web/id/articles/dari-keharuan-otentik-ke-harum-rum

DARI KEHARUAN OTENTIK KE HARUM RUM

HAVEN, TEMPAT PERLINDUNGAN Lets fully welcome refugee di St.Paul Cathedral /web/id/articles/haven-tempat-perlindungan

Lead us to a place
Guide us with Your Grace
To a place where we'll be safe

 

Orang Kesayangan Pelancong Tropis di Den Haag Ny. Ming. I. Kat, sang pemilik Restoran Bali Mandera di Den Haag /web/id/articles/orang-kesayangan-pelancong-tropis-di-den-haag

Belanda adalah salah satu negara multi kultural di dunia. Penduduknya terdiri dari pelbagai macam ras : putih, hitam dan kuning. Semua melebur dan mengukuhkan antara satu dengan lainnya.

Belanda disebut  “Nederland”. Nama “Holland” juga sering dipakai untuk menyebut negara Belanda. Tapi secara harfiah,  Holland adalah nama dari kedua provinsi di pesisir barat, yakni Holland Utara dan Holland Selatan.

Amsterdam: La Minoria Es Hermosa Central Station /web/id/articles/amsterdam-la-minoria-es-hermosa

Apa saya bilang? Ketika menyangkut soal radikalisme, rasisme, dan fasisme, saya berharap hanya ada tepukan sebelah tangan. Di Amsterdam, lewat sebuah peristiwa kecil pada satu sore, apa yang saya harapkan itu menjadi kenyataan.

“Minoritas itu indah,” kata Elena. Ia menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris kalimat bahasa Spanyol yang tertera di kaos yang saya kenakan, sepotong kaos murahan yang saya beli sekitar dua tahun lalu di sebuah factory outlet di Jakarta. Elena pandai berbahasa Spanyol karena ia berasal dari Puerto Rico

Washington Square Park: Colin Huggins dan Musik Klasik  Washington Square Park /web/id/articles/washington-square-park-colin-huggins-dan-musik-klasik

Alunan piano yang memainkan Nocturne Op. 9 No. 2 karya Chopin itu menghentikan langkah saya. Segera saya cari tahu dari mana sumber suara itu. Ternyata itu berasal dari salah satu jalan di dalam Washington Square Park. Seorang berbadan kurus, berkacamata, dan mengenakan pakai hitam-hitam tampak asyik memainkan baby grand pianonya. “Weleh-weleh, musik klasik di taman terbuka dan siang bolong pula,” kata saya dalam hati. Saya tidak jadi pulang. Padahal  sudah cukup lama saya bersantai di sudut lain taman itu dan bermaksud kembali ke rumah.

 

Perbatasan 3 Negara Di balkon menara Drielandenpunt /web/id/articles/perbatasan-3-negara

Batas dalam ruang lingkup yang kecil sering tidak kentara, apalagi jika itu masih dalam satu kelurahan (batas antar-RW atau RT) yang biasanya menggunakan jalan lingkungan. Artinya, walau kita tetangga dengan depan rumah, kalau arisan RW atau RT ternyata berbeda grup.

 

Kang Stefano  Bersama Stefano Romano di Piazza della Repubblica /web/id/articles/kang-stefano

Stefano Romano nama lengkapnya. Ia lebih senang dipanggil Kang Stefano. Ia fotografer yang sering terlibat pada kegiatan pameran yang diselenggarakan Komite Buku Nasional, serta seseorang yang sangat mencintai Indonesia. Buku fotografinya yang berjudul Kampungku Indonesia diterbitkan oleh penerbit Mizan. Setelah beberapa kali bertukar kabar lewat aplikasi WhatsApp sebelum saya tiba di Roma, kami memutuskan bertemu di sekitar Perpustakaan Pusat Nasional Roma, pada hari Rabu, 19 Juli 2017, setelah pukul 15.00. Stefano meminta saya untuk menunggu di depan gerbang perpustakaan.

Condet – Amsterdam via Istanbul /web/id/articles/condet-%E2%80%93-amsterdam-istanbul

Selasa, 8 Agustus 2017, Boeing 777-300 milik Turkish Air rute Jakarta – Istanbul - Amsterdam lepas landas dari bandara Soekarno – Hatta pada pukul 20.45 sesuai jadwal, mengangkut ratusan penumpang tujuan Istanbul atau Amsterdam. Saya, warga Condet, termasuk di antara mereka.

Srikandi Peracik Bumbu di Belanda Rita Marto Pawiro (kaca mata, baju hitam) dengan koleganya, Nina /web/id/articles/srikandi-peracik-bumbu-di-belanda

Semua orang  Belanda yang bermukim di wilayah “Randstad”, artinya gugusan kota di sebelah barat Negeri Belanda, yaitu di Amsterdam, Den Haag, Rotterdam dan Utrecht, pastinya tahu tentangRestoran Mini di Rotterdam.

Hamilton Grange: Bapak Bangsa dan Duel yang Membawa Maut Hamilton Grange /web/id/articles/hamilton-grange-bapak-bangsa-dan-duel-yang-membawa-maut

Rumah kayu berwarna krem dengan aksen putih itu selalu terlihat sepi dari luar. Seperti tak ada kehidupan di dalamnya. Sesekali hanya ada mobil minibus yang parkir di halaman depan. Selebihnya kesunyian di hamparan tanah yang amat luas. Bangunan berlantai tiga itu adalah rumah asli Alexander Hamilton, salah seorang bapak bangsa Amerika Serikat. Saya sering melewati rumah ini ketika saya tinggal untuk beberapa hari di Hamilton Terrace, Harlem Barat.

Pages